Facebook


Suasana kampusku telah jauh berbeda, setelah sepuluh tahun aku meninggalkan bangku kuliah, beberapa mahasiswa berkumpul di dekat kantin fakultas ekonomi  sambil memangku laptop menikmati fasilitas WiFi yang disediakan kampus. Fakultas Ekonomi tempat kumenempuh ilmu  kini bangunanya sudah terlihat megah. Pohon sono yang berjajar dipinggir parkiran menambah asri fakultas ekonomi, tempat aku mengenyam pendidikan dulu.
. Setelah dari fakultas ekonomi untuk legalisir ijasah. Aku menuju kantin  Fakultas MIPA, Aku janjian bertemu Wilda disini. Sambil menunggu Wilda aku memesan segelas es jeruk. Beberapa bulan ini aku memang sering hubungan dengan Wilda, Wilda tiba-tiba muncul di facebookku dan semenjak itu kami sering berhubungan lewat telepon dan terkadang pula kami BBMman.Nana maafkan aku, tujuannku ke Surabaya selain legalisir aku juga ingin bertemu dengan mantan pacarku Wilda.
Aku dan Wilda sempat pacaran 3 tahun kala itu kami sama-sama duduk dibangku kuliah, Meskipun kami berbeda fakultas , Aku kuliah di jurusan Akutansi sedangkan Wilda jurusan kimia. Sebenarnya banyak temanku yang bilang kami adalah pasangan yang serasi…namun entahlah mungkin karena kita berdua tidak ditakdirkan menjadi pasangan suami istri…akhirnya kita berpisah. Setelah lulus kuliah aku diterima di instansi pemerintah di Kota kelahiranku Pasuruan, sedangkan  Wilda harus menempuh kuliah S2 di Australia, karena otaknya yang cemerlang dia memperoleh beasiswa disana dan kini dia menjadi seorang dosen di Makasar.
            Entahlah mungkin karena pacaran jarak jauh kami berdua akhirnya putus,  Wilda menikah dengan lelaki berkebangsaan Australia, setelah setahun wilda menikah, akupun menikahi gadis pilihan orangtuaku yang sekarang menjadi istriku…nana. Wanita ini yang kini sudah memberiku anak yang lucu dinda yang kini berusia 5 tahun.
            Tak lama terlihat wanita cantik…cantik sekali masuk di kantin. Wilda…ya dia wilda …mengapa dadaku bergetar kencang…Ya Allah apa artinya ini, Ya Allah….wilda, wanita ini tambah cantik dari pada tujuh tahun lalu ketika kami masih berpacaran…ketika kami masih sering naik sepeda motor buntutku untuk mencari bahan skripsi.
            Ya Allah mengapa dadaku semakin bergetar…apalagi setelah dia melihatku sambil tersenyum dan menghampiriku. Ya Allah apa artinya ini…apakah….aku masih menyimpan perasaan cinta padanya, “Fahri…sudah lama menungguku”
“tidak…” kataku..sambil melepas jaketku. Aku tak berani memandang wajahnya apalagi matanya yang indah itu. “ gimana kabarmu “ Tanya Wilda sambil mengulurkan tangannya yang putih dan mulus ke tanganku. “ tanganmu dingin sekali fahri” kata wilda sambil menatap mataku..”ya dinginlah dari tadi megangin gelas es jeruk” celetukku….Ya Allah ada apa dengan diriku , tanganku dingin….hatiku bergetar kencang….Ya Allah jangan biarkan hatiku seperti ini….    Jujur aku masih menyimpan cinta padamu wil….tapi aku tidak bisa membiarkan rasa cinta ini semakin besar. Ya Allah andaikan…..ah mengapa aku menyalahkan takdir. “kenapa fahri…“” Tidak apa-apa….kamu pesan apa? Tanyaku
“juice alpukat saja..”
“ kamu tidak makan…?” tanyaku
“ sebenarnya aku kangen banget dengan kupang,maklum di makasarkan nggak ada…he..he, maukah kau mengantarku ke bursa kupang?”
“oke tapi aku nggak bawa mobil, aku kesini naik motor” kataku.
“ taka pa-apa….lagian enakkan naik motor bisa nostalgia…he….he”
            Setelah membayar minuman aku dan wilda menuju parkiran sepeda motor
Bagaimana kabar Calvin, suamimu?” tanyaku sambil berjalan menuju parkiran motor
            Wilda tak menjawab pertanyaanku.“ kuulangi sekali lagi “ bagaimana kabar suamimu?”. Wildapun tak menjawab lagi “ kamu bawa helm berapa?” kata Wilda seolah mengalihkan pembicaraan.
“ dua” jawabku sambil menggeser motor
“ kok pinter kamu” kata dia sambil tersenyum.  Kembali senyumannya membuat hatiku semakin bergetar.Akupun mulai melajukan sepedaku menuju bursa kupang di Sidoarjo dimana itu adalah tempat makan favorit kami saat pacaran dulu.Di tengah-tengah perjalanan tiba-tiba tubuhnya wilda semakin menempel ke badanku dan kedua tanganya memegangi pinggangku…..aku semakin gemetar dan akupun diam…..lidahku tak mampu berbicara jangan, meskipun aku tahu itu tidak boleh…aku sudah memiliki anak dan istri.Duh Gusti maafkan hambamu ini…..Nina maafkan suamimu ini….Dinda..anakku maafkan ayahmu ini nak, Ya Allah…..mengapa hamba seperti ini…..duh gusti, jangan biarkan perasaan cinta ini tumbuh semakin dalam,…Maafkan hambamu gusti. Ya Allah mengapa aku berbuat seperti ini.Di perjalanan aku dan Wilda tak mengucap sepatah kata apapun.
Sesampai di bursa kupang yang jaraknya tidak begitu jauh dari kampusku aku langsung memesan kupang beserta es degan.Bagaimana kabar Calvin suamimu??”kuulangi pertanyaan itu sekali lagi…Wilda diam agak lama diam agak lama, “aku dan calvin telah bercerai setengah tahun yang lalu”. Suara yang terdengar dari mulut wanita cantik itu mengagetkan aku. “jadi…” sebelum aku melanjutkan ucapanku wilda langsung bicara “ya aku telah bercerai dengan calvin”
            Wilda telah menjanda ini adalah kesempatan bagiku untuk kembali lagi menjalin cinta lama, aku sangat mencintai wilda…wanita cantik yang sekarang duduk di sampingku….aku sangat mengaguminya….andai aku nggak punya nina sudah kulamar sekarang juga wanita yang ada disampingku  tapi tidak..tidak aku tak mungkin menghianati nina, istri yang sholeh…istri yang telah memberiku anak yang sangat lucu, aku tak mungkin menghianati nina meskipun dia wanita desa yang lugu.Aduh Gusti mengapa engkau pertemukan aku dengan Wilda dengan keadaan yang seperti ini…andai….tidak, aku nggak mungkin melawan takdir…..Ya Allah maafkan hambamu.    .
“bagaimana kabar istri dan anakmu?” Tanya wilda.
“baik” kataku. Wilda diam sambil menatap wajahku dengan penuh tanda Tanya. “kenapa wil?” kata ku. Kugemgam erat tangan wilda yang duduk disampingku…hatiku semakin bergetar, ingin sekali aku membelai rambutnya yang panjang dan wangi itu….tapi, tidak…tidak . Ya Allah maafkan aku….jauhkan aku dari perasaan ini, perasaan yang bisa menyebabkan perselingkuhan,aku tak ingin menyakiti wanita yang telah memberiku seorang anak yang lucu.
 “Aku hanya bisa membagi kisah kisah lama….aku hanya bisa membagi cerita nostalgia,..hanya itu yang kuberikan…hanya itu yang bisa kupersembahkan karena aku ada yang punya ada namun separuh hati ini untukmu “ terdengar lagu gigi yang berjudul facebook dari DVD tempat aku dan Wilda menikmati enaknya kupang Sidoarjo…Lagu ini seakan mewakili perasaanku saat ini. Aku memang tak mungkin menghianati nina tapi kaulah wanita yang terindah yang pernah aku cintai.tiba-tiba Hpku berbunyi dari nina istriku dia mengabarkan kalau dinda anak semata wayangku masuk rumah sakit, dia terkena demam berdarah, memang beberapa hari ini meidina panas,tapi tadi pagi sebelum aku pergi ke Surabaya  panas dinda turun.  
            “wil..anakku masuk rumah sakit, aku nggak bisa lama-lama disini”
“sakit apa….?”
“demam berdarah” kataku
“fahri….maafkan sikapku tadi ya….sebenarnya aku kepingin ngomong banyak…tapi….”
“tapi apa wil…”
“tidak …lupakan soal tadi…istri dan anakmu lebih penting,sekarang pulanglah ke Pasuruan”
“ tidak kuantar kamu ke hotel dulu” kataku
“tidak usah…aku bisa naik taksi…"

Comments